November 4th, 2014 Hari ini saya teringat sebuah janji kepada salah seorang kakak saya bahwa jika saya lulus interview LPDP, saya akan menulis cerita perjalanan saya. Saya akan mencoba menguraikan pengalaman saya meskipun kondisi badan ini lagi tak bersahabat, tapi untuk menulis masih ada tenaga kok. Sebenarnya tak pernah terpikirkan untuk apply beasiswa S2 tahun ini, karena merasa masih belum qualified. Namun saya bersykur berada di lingkaran yang selalu memotivasi untuk terus berprestasi. Saya selalu tersetrum dengan orang2 hebaat yang ada di sekeliling saya hingga akhirnya saya memutuskan bahwa saya harus mengikuti jejak kesuksesan mereka dan melabuhkan diri pada beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Saya mengenal beasiswa LPDP dari kakak2 organisasi saya hingga beliau dengan ikhlasnya menjelaskan saya apa itu beasiswa LPDP, apa beasiswa LPDP afirmasi, bagaimana cara applynya. Beruntungnya saya, beliau tidak pernah bosan dengan segala pertanyaan yang saya ajukan dan bahkan beliau memberikan saya segala macam contoh pemberkasan beasiswa LPDP. Salah seorang teman menyarankan saya masuk grup facebook LPDP agar bisa mengetahui LPDP lebih detail. Sejak saat itu saya rajin membuka grup tersebut dan mulai membaca dan mempelajari beasiswa LPDP dan apa yang akan saya lakukan. Setelah saya mendapatkan semua berkas pendaftaran saya mulai mengisi formulir, itung2 cicil kerjaan. Ternyata beasiswa LPDP afirmasi mensyaratkan dua surat rekomendasi. Saya mulai berfikir kepada siapa saya harus meminta surat rekomendasi, dan akhirnya saya bertanya kepada kakak yang sudah daftar duluan, dan beliau menyarankan untuk minta rekomendasi dari Pak Rektor. Awalnya agak takut dan ndak berani, namun jika dipikir2 apa salahnya. Dan saya pun memberanikan diri untuk meminta rekomendasi ke Pak Rektor, Alhamdulillah saya mendapatkan response yang baik dan Pak Rektor bersedia untuk memberikan rekomendasi kepada saya (syukur Alhamdulillah). Untuk surat rekomendasi yang satunya saya minta dari Ka Prody, Alhamdulillah beliau juga mendukung niatan saya.

Perjuangan awal yang saya hadapi dalam apply beasiswa ini adalah harus bolak balik mataram untuk mengurus berkas. Untuk scan dan print pun saya harus ke mataram, maklum desa saya masih belum terlalu lengkap technology Hehehe . Tiap hari saya nanyak ke kakak2 yang udah daftar, dan beliau selalu memberi masukan. Bahkan beliau selalu ingetin untuk segera selesaikan berkas biar segera dikirim, jangan sampai telat itu pesan yang selalu dikatakan (thanks kak  ) . saya masih ingat saya mengirim berkas tanggal 6 Agustus 2014. Alhamdulillah ternyata saya sudah bisa mengirim berkas saya. Tetapi ternyata itu belum berakhir, hingga sampai seminggu saya belum mendapatkan konfirmasi balik apakah berkas saya sudah diterima apa belum.

Ternyata belum menjadi penerima beasiswa saja saya sudah mendapatkan manfaatnya. Dari LPDP saya bersilaturahim dengan beberapa orang baik yg dari NTB maupun dari luar. Kami berkomunikasi lewat FB, bertanya perkembangan satu sama lain dan faktanya kami di pertemukan di grup LPDP. Tiba saatnya hari itu ada pengumuman bahwa ada pengunduran pengumuman untuk seleksi beasisw afirmasi periode agustus. Setiap peserta yang daftar mendapatkan email dari LPDP dan sayang sekali saya belum beruntung ternyata. Saya tidak mendapatkan konfirmasi email bahkan sms dari LPDP. Akhirnya saya berfikir, mungkin berkas saya tidak sampai makanya ndak dapat konfirmasi. Saya juga berfikir mungkin ini belum rizki saya, mungkin Allah punya rencana yang lain buat saya. Setelah pengumuaman itu saya masih punya semangat, saya mencoba untuk kirim ulang berkas saya. Dalam hati berdoa “Ya Allah jika ini memang rizki saya, berkas saya pasti akan sampai”.

Keesokan harinya saya iseng buka email dan ternyata atas kuasa Allah Alhamdulillah saya mendapatkan konfirmasi dari LPDP padahal pendaftaran sudah melewati batas. Ternyata kesempatan itu masih ada pikir saya. 3 hari berselang pengumumanpun keluar. Hari itu saya ditelpon oleh kak Emi bahwa pengumuman sudah ada, karena kita hanya sebatas kenal dari FB jadi kak Emi tidak tahu nama panjang saya. Dengan legernya saya ngenet dan membuka email untuk lihat pengumuman, ngenetnya lola maklum quota internet sedikit. Pelan saya membuka daftar pengumuman, berusaha mencari nama saya dan Alhamdulillah ternyata saya lulus administrasi dengan kakak2 dan kawan seperjuangan juga. Syukur Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikan saya kesempatan untuk berjuang.

Singkatnya, akhirnya kami lulus menuju tahap interview dan LGD dan kamipun berangkat ke Surabaya. Hari itu putra-putri NTB melancong ke Surbaya demi masa depan. Banyak kejadian2 yang kami lewati disana, but we enjoy that experience. Akhirnya hari yang ditunggu2pun tiba, kami interview di kampus UNAIR C. semuanya di awali dengan pembukaan dan introduction LPDP secara singkat. Sebelumnya LPDP sudah mengirimkan daftar nama untuk interview dan LGD. Tapi saya tak pernah berfikir bahwa saya akan menjadi peserta pertama interview di kelompok saya. Padahal saat itu niatnya selesai pembukaan mau sholat dhuha dulu, tapi ternyata nama sayapun sudah di panggil.

Well LPDP menyiapkan 3 interviewer, 1 diantaranya psikolog dan yang lain adalah 2 Experts. Dengan mengucapkan bismillah saya mulai duduk di kursi panas. Interviewer pertamapun memulai dengan menanyakan kabar, dan menanyakan nama. Pada saat interview saya tidak di minta untuk perkenalan. Beliau langsung menanyakan saya biasa dipanggil siapa. Pertanyaan pertamapun langsung ditujukan “ dari semua organisasi ini yang mana yang paling membanggakan buat kamu” dan itu harus memilih. Kemudia di minta kenapa memilih itu. Selanjutnya di berikan pertanyaan lagi tentang prestasi dan mengapa memlih universitas X dengan menggunakan bahasa Inggris. Adapaun pertanyaan yang saya dapatkan intinya begini :

1. Nama

2. Tentang organisasi yang mebanggakan

3. Prestasi yang sesuai dengan bidang saya

4. Apa keinginan saya dan kenapa memilih universitas ini dalam bahasa Inggris

5. Dipertegas lagi kenapa harus X, kenapa ndak yang lain. Kenapa harus jurusan ini, apa manfaatnya.

6. Kedepannya mau jadi apa, setelah lulus mau ngapain.

7. Apa kontribusi jurusan anda dengan bidang anda,

8. Besok kalau sudah pulang mau mengabdi dimana?

9. Apa target terbesar anda 10 tahun yang akan datang.

10. Mulai pertanyaan psikolog lebih kepada pertanyaan personal tentang keluarga

11. Apa kekurangan anda

12. Apa masalah yang akan anda hadapi kita kuliah di luar, bagaimana dengan keluarga

13. Sudah siap dengan system pendidikan disana? Apa yang akan anda lakukan disana?

14. Apakah anda punya calon? Target menikah kapan?

Dari setiap pertanyaan itu saya di puter2 oleh interviewer hingga akhirnya sesi itu selesai, saya interview kira2 45 menitan lah. Keluar2 dari ruangan semua teman2 yang nunggu di luar nanyak kenapa lama sekali, ruang sebelah sudah dua masuk sedangkan kamu masih di dalam. Saya Cuma bisa senyum, padahal pikiran melayang mengingat2 interview tadi. Saat itu juga saya pasrahkan semuanya pada Allah. Saya langsung berfikir bahwa saya tidak akan lulus, karena begitu banyak pertanyaan yang saya dpatkan dan diputer2 gitu. Saya berusaha menceritakan apa yang saya kerjakan di dalam ke teman2, berbagi apa yang saya sudah lewati.

Kalau dibilang saya galau hari itu, saya akan bilang iya. Tapi saya menasihati diri interview bukan akhir, masih ada LGD nanti sore. Jadinya harus siapkn diri untuk tes berikutnya. Sambil menunggu giliran LGD, saya bergabung dengan teman2 yang sudah interview dan yang lagi nunggu giliran interview itung2 nambah teman. Tapi ternyata cerita2 mereka semakin membuat saya galau, mereka tidak terlalu banyak di Tanya sama interviewer malah katanya pertanyaannya ndak terlalu sulit. Semakin berat saja rasanya kepala ini jadinya, ditambah ndak ada angen makan apa2, Cuma minum aja. Jujur saja hari itu badan saya drop, kepala rasanya udah ndak karuan, dan dunia ini seperti muter2. Tapi berusaha nguatin diri karena hari ini harus sampai magrib.

untuk LGD kelompok saya no 2 dari terakhir. LGD menurut saya sebatas ingin melihat bagaimana cara beragumentasi yang baik dan benar tanpa harus menjatuhkan kawan atau lawan. Jadi kita seperti diskusi biasa yang di awasi dua psikolog. LGD berjalan sanatai jdi kita ndak terlalu under pressure. Yang penting bagaiamana cara bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik sesama anggota dan jangan sampai salah satu anggota kelompok kita tidak berargumentasi, mungkin itu akan menjadi sebuah penilaian.

Finally test pun berakhir sekitar jam 5 an lebih. Pas mau pulang iseng2 lihat buka FB dan lihat pemberitahuan ternyata ada pameran pendidikan yang diadakan IDP Surabaya besok jum’at. Karena kesempatan ini mungkin ndak akan dtang dua kali jadi kami memutuskan untu datang ke acara itu dan menunda kepulangan sampai hari sabtu. Ini mungkin plus nya kami datang ke Surabaya. Menurut saya kami beruntung dan itu semua atas izan Allah. Kami bisa diberikan kesempatan untuk hadir di acara pameran pandidikan yang dimana 15 Universitas di Australia datang dan membuat stands informasi. Jadi kita bebas memilih universitas manapun untuk mencari tahu seperti apa dan apa persyratan untuk masuk disana. Lebihnya lagi, di Pameran Pendidikan ini kami bisa langsung mendaftar ke Universitas2 yang kita mau hanya dengan ijazah dan transkrip nilai, kita pun dapet plusnya ijazah dan transkrip nilai kita langsung di translate ma IDP , Free lagi. . (Syukur yang Selalu  terucap pada batin ini).

Setelah keliling kami memutuskan untuk mendaftar di tiga tempat “Monash University, Adelaide University, dan South Australia University”. Bismillah saja, semoga ada rizki di salah satu universitas itu.

Selang seminggu pengumumanpun keluar, tiba2 dapat sms dari kak Emi “ Dek, Allhamdulillah kita Lulus” . . Rasanya ndk percaya jika mengingat interview saya, namun Rasa syukur ku haturkan kepada Allah atas kepercayaan dan nikmat kesempatan ini”. Alhamdulillah ya Allah. Dan PR kami adalah tinggal mendapat LoA dari Universitas tujuan. Semoga kami diberikan kelancaran dan kemudahan samapai tahap akhir beasiswa ini. Doa dan usaha yang tak akan pernah putus.

For Your Information, bagi yang mau mendaftar beasiswa LPDP, saya sarankan langkah pertama yang harus dilakukan adalah masuk ke grup LPDP dan ubek2 saja grup itu. Karena hamper semua informasi LPDP ada di sana.. beasiswa LPDP banyak macamnya dan yang saya apply adalah beasiswa Afirmasi. yang mau apply beasiswa afirmasi bisa langsung email pihak lpdp untuk meminta berkas yang harus dipenuhi dalam mendaftar. dan segera cicil persyratannya, jangan sampai apply pas deadline. beasiswa LPDP adalah full scholarship, akan tetpi selama dalam tahap seleksi biaya ditanggung peserta. tak apalah berkorban sedikit untuk hal yang lebih besar. selain itu beasiswa lpdp meminta pesertanya mandiri untuk mendapatkan “Letter of Acepptance” dari Universitas yang dituju. jadi kita daftar sendiri ke universitas yang kita mau. adapun tahap seleksi LPDP : seleksi administrasi => Interview dan LGD => SEDANGKAN PK adlah program wajib yang harus diikuti. .

Semoga bermanfaat. . . (curahan_hati) 