BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

 

Era globalisasi merupakan sebutan keadaan dunia yang sekarang dimana hari demi hari perubahan terus terjadi baik dalam bidang pengetahuan maupun dalam bidang teknologi. Meskipun kita sebagai warga Negara Indonesia tidak terlalu tersentuh akan kemajuan teknologi yang dimana kita hanya mampu sebagai konsumen yang baik, namun itu tidak menunjukkan kemunduran bagi Negara Indonesia. Kemajuan – kemajuan yang terus terjadi diiringi dengan usaha dunia pendidikan kita dalam meningkatkan mutu dan kualitas pelajar-pelajar Indonesia salah satunya dengan  menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib untuk tingkat SMP dan SMA.

Seperti yang kita lihat bahwa bahasa Inggris telah menjadi bahasa Internasional dimana hampir semua negara telah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Jadi, sebagian besar negara di dunia menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dari bahasa ibu mereka, akan tetapi pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia masih sebagai pembelajaran bahasa asing yang dimana kemampuan dalam penggunaan bahasa Inggris para pelajar masih rendah. Penggunaan bahasa Inggris hanya digunakan ketika mereka sedang mempelajari mata pelajaran bahasa Inggris itu sendiri, tanpa di praktekkan langsung dalam komunikasi sehari-hari seperti negara yang lainnya. Berbagai cara telah diupayakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, akan tetapi hasilnya belum terlalu signifikan, dikarenakan keberanian untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris sangat rendah. Mereka lebih cenderung takut untuk ditertawakan jika salah dalam pengucapan atau penggunaan kata. Kebanyakan, siswa yang mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang baik adalah para siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah yang high quality  dimana baik lingkungan sekolah maupun keluarga sangat mendukung perkembangan mereka dan sebagian besar itu berada di perkotaan. Sedangkan para siswa yang hanya sekolah di pelosok-pelosok yang minim akan sarana dan prasarana dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar menyebabkan pembelajaran cenderung rendah kemampuannya dalam bahasa Inggris, meskipun bahasa Inggris telah di pelajari sejak SMP. Mereka hanya berani menggunakan bahasa Inggris ketika berada di kelas, selebihnya mereka lebih memilih diam ketimbang berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Permasalahan ini bukan hanya untuk siswa SMP ataupun SMA tetapi hal inipun terjadi pada mahasiswa bahasa Inggris khususnya Mahasiswa bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram. Meskipun mereka adalah mahasiswa bahasa Inggris, namun mereka masih mempunyai ketakutan untuk selalu peraktek menggunakan bahasa Inggris. Rasa malu mengalahkan keberanian mereka dalam merangkai kata menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, rasa malupun muncul akibat respond dari lingkungan sekitar yang tidak mendukung akan keinginan mereka untuk selalu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dimana ketika mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan teman-temannya, terkadang orang-orang akan berfikiran bahwa mereka adalah mahasiswa yang sombong yang dimana sengaja berkomunikasi dengan bahasa Inggris hanya untuk menunjukkan kepintarannya. Hal ini merupakan salah satu penghalang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbicara mereka dalam menggunakan bahasa inggris.

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengkaji dan meneliti bagaimana efektifitas lingkungan terhadap kemampuan berbicara mahasiswa bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram. Hal ini disebabkan kurangnya motivasi mahasiswa bahasa Inggris untuk menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada kemampuan berbicara. Sehingga, penulis mengemukakannya dalam bentuk karya tulis ilmiah yang berjudul “ Pengaruh Lingkungan terhadap Motivasi Mahasiswa Bahasa Inggris Reguler Pagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram  dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Menggunakan Bahasa Inggris di Kehidupan Sehari-hari”.

 

1.2  Rumusan Masalah

 

1.2.1        Bagaimana pengaruh lingkungan terhadap motivasi mahasiswa bahasa Inggris reguler pagi FKIP Universitas Mataram dalam meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari?

1.2.2        Apa saja permasalahan – permasalahan yang dihadapi mahasiswa bahasa Inggris regular pagi dalam meningkatkan kemampuan berbicara?

1.3  Tujuan

 

1.3.1        Mendeskripsikan pengaruh lingkungan terhadap motivasi mahasiswa bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram dalam meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari.

1.3.2        Mendeskripsikan permasalahan – permasalahan yang dihadapi mahasiswa bahasa Inggris regular pagi dalam meningkatkan kemampuan berbicara.

1.4  Manfaat

Karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif terhadap penggunaan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari. Manfaat yang dapat diambil antara lain:

  1. Bagi mahasiswa yaitu memperkaya ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan kefektifan lingkungan terhadap petingkatan motivasi mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan menggunakan bahasa inggris.
  2. Bagi dosen, sebagai motivasi untuk meningkatkan keterampilan memilih strategi pembelajaran yang bervariasi dan dapat memperbaiki system pembelajaran sehingga memberikan layanan yang baik bagi mahasiswa.
  3. Bagi peneliti, dapat mempelajari lebih dalam tentang betapa efektifnya lingkungan dalam mempengaruhi kemampuan berbicara bahasa Inggris dan terlibat langsung dalam pembelajarannya
  4. Bagi perguruan tinggi, sebagai tambahan informasi tentang perkembangan kemampuan mahasiswa bahasa Inggris mengenai motivasi penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.

1.5 Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat pengisian angket dan wawancara adalah Minggu, 10 Maret 2013 bertempat di aula gedung A FKIP UNRAM,

BAB II
TELAAH PUSTAKA

 

 2.1 Landasan Teori

       Motivasi adalah sesuatu yang menggerakkan atau mendorong siswa untuk belajar atau menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya. Tinggi rendahnya motivasi seseorang akan sangat berpengaruh terhadap pola tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Secara psikologi mendefinisikan motivasi mewakili proses-proses psikologikal yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya, dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela yang diarahkan kea rah tujuan tertentu. (Mitchell, Dalam Zamroni, 2007) melihat banyak definisi-definisi yang telah dijabarkan oleh para tokoh pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya motivasi dalam pembelajaran. Pentingnya motivasi dapat terlihat dengan merujuk pada keberhasilan siswa seperti yang dijabarkan oleh Zamroni, (2007:87) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil dari berbagai upaya dan daya yang tercermin dari patisipasi belajar yang dilakukan siswa dlam mempelajari materi pelajaran yang diajarkan oleh guru. Upaya dan daya yang tercermin dari siswa ataupun mahasiswa merupakan stimulus atau pendorong dari adanya motivasi yang telah dimiliki dalam dirinya, sehingga banyak mengatakan bahwa tinggi rendahnya motivasi siswa ataupun mahasiswa sangat mempengaruhi kesuksesannya.

Adapun menurut Sugihartono, dkk (2007:78) motivasi belajar memegang peranan yang sangat penting untuk pencapaian prestasi belajar siswa, krena motivasi belajar yang tinggi akan  terlihat dari ketekunan yang tidak mudah menyerah meskipun dihadapkan oleh beberapa kendala. Motivasi tinggi tersebut dapat ditemukan dalam sikap siswa ,antara lain: (1) tingginya keterlibatan afektif siswa dalam belajar, (2) tingginya keterllibatan siswa efektif siswa dalam belajar, (3) tingginya upaya siswa untuk menjaga agar senantiasa memiliki motivasi belajar. W.S. Winkel (1983:27) mengemukakan motivasi belajar adalah daya penggerak secara keseluruhan yang berasal dari dalam diri siswa untuk menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar tersebut hingga tujuan yang dikehendaki siswa akan tercapai. Berdasarkan pendapat di atas dengan demikian motivasi belajar adalah sebuah dorongan untuk melakukan sesuatu hal yang diwujudkan dalam sebuah tindakan untuk melakukan kegiatan belajar dalam mencapai sebuah tujuan yang diharapkan.

Gray mengemukakan bahwa motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorag individu yang menyebabkan timbulnya sikap entusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. ( Zamroni, 2007 ) Sejalan dengan  pandangan Gray, sumber datangnya motivasi yakni motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik. Motivasi Intriksik adalah motivasi untuk belajar yang berasal dari dalam diri individu sendiri, sedangkan ekstrinsik merupakan yang berasal dari luar diri Individu dan salah satu contohnya adalah lingkungan. Keduan sumber pendorong motivasi ini mempunyai sisi negatif dan positif yang berdampak terhadap pribadi individu. Contohnya, motivasi ekstrinsik yang negatif adalah rasa takut siswa akan hukuman yang diberikan oleh guru, lingkungan yang tidak mendukung menyebabkan dia semakin malas untuk belajar.

Motivasi ekstrinsik dan intrinsik mempunyai sifat-sifat antara lain pertama untuk  motivasi ekstrinsik muncul  bukan atas kesadaran snediri, maka motivasi ekstrinsik mudah hilang atau tidak dapat bertahan lama. Kemudian, motivasi ekstrinsik jika diberikan terus menerus akan menimbulkan motivasi intrinsik. Jadi, melihat kedua sifat dari motivasi ekstrinsik, maka dapat disimpulkan bahwa pendorong motivasi yang berasal dari luar diri individu membutuhkan usaha yang terus-menerus atau continuously, sehingga motivasi tersebut semakain kuat mempengaruhi pribadi individu. Sedangkan untuk sifat-sifat motivasi intrinsik adalah yang pertama motivasi intrinsik tidak selalu timbul pada setiap individu, dan munculnya merupakan atas kesadaran sendiri. Maka motivasi intrinsik bertahan lebih lama dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik.

Motivasi merupakan kebutuhan setiap orang dalam mencapai hal yang diinginkan. Dalam hal ini lingkungan adalah salah satu dari bagian sumber pendorong motivasi yang tergolong ke dalam motivasi ekstrinsik. Dimana lingkungan merupakan factor di luar diri individu yang sangat mempengaruhi setiap orang dalam menggapai target kehidupannya. Akan tetapi, lingkungan merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri yang dimana kesehariannya akan selalu dipengaruhi oleh orang-orang yang disekitarnya. Seperti yang kita tahu lingkungan disini bukan hanya yang dimaksud adalah lingkungan keluarga saja, melainkan lingkungan sekolah, kampus, dan masyarakat itu sendiri. Seperti hal diatas, lingkungan pun memiliki sisi positif dan negative sebagai sumber motivasi ekstrinsik itu sendiri. Jadi, seperti yang dikatakan bahwa semakin baik lingkungan yang mempengaruhi individu, maka semakin baik pula motivasi yang tertanam pada diri individu itu sendiri, sedangkan jika lingkungan yang mempengaruhi lebih buruk, mak semakin rendah motivasi yang dirasakan oleh individu itu juga.

Mengingat pentingnya peran motivasi dalam pembelajaran, maka setiap orang yang terlibat harus mengambil perannya masing-masing dalam meningkatkan keinginan atau upaya dan usaha dalam mencapai mimpi-mimpi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang yang terlibat harus mengetahui cara pemberian motivasi yang baik terhadap setiap individu. Misalkan seorang anak yang pendiam, tidak aktif dalam pembelajaran. Maka guru, orang tua, dan teman sebaya sangat berperan penting dalam mengembalikan semangatnya belajar sehingga keinginan dalam diri anak semakin tinggi untuk berjuang menggapai cita-citanya. Selain itu lingkungannya pun harus mendukung keinginannya untuk maju, seperti tidak mengucilkannya di masyarakat. Hal itu merupakan aspek positif untuk anak dalam menumbuhkan motivasi dalam dirinya. Oleh karena itu, diperlukan ketekunan dan upaya yang keras serta terus menerus dari lingkungan maupun orang yang memiliki peranan penting dalam kehiduapan anak untuk memperoleh gambaran tentang pribadi anak, sehingga mereka akan mudah dalam memberikan motivasi pada anak tersebut.

Motivasi merupakan aspek yang sangat penting dalam mendukung seseorang dalam mengerjakan atau mempelajari sesuatu hal, sehingga mempengaruhi seseorang dalam pencapaian sebuah prestasi belajar. Istilah motivasi  sering disamakan dengan istilah motif, M. Ngalim Purwanto(2006:60) menyatakan motif adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Selain itu seperti yang dikatakan oleh Sartain dalam buku Pshyclogy Understanding of Human Behaviour yang dikutip oleh M. Ngalim Purwanto (2006:60) motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku/perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang. Dengan demikian motif adalah hal yang mendorong seseorang untuk mengerjakan sesuatu hal.

Motivasi sangat berperan dalam belajar, siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pelajaran itu. Maka motivasi senantiasa akan menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. Adapun fungsi motivasi ada tiga, yaitu :

  1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.
  2. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
  3. Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

BAB III
METODE PENULISAN

 

3.1 Metode Pengumpulan Data

            Metode yang dilakukan untuk pengumpulan data adalah metode wawancara yang dimana penulis mewawancara 10 orang mahasiswa Bahasa Inggris Reguler Pagi  dan dengan membaca berbagai artikel yang terdapat di Internet.

3.2 Metode Analisis Data

            Metode analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif dari angket yang telah diisi oleh mahasiswa bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram sebanyak 50 orang dan dari hasil wawancara yang telah dilakukan.

BAB IV
PEMBAHASAN

 

4.1  Pengaruh Lingkungan Terhadap Motivasi Mahasiswa Bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Menggunakan Bahasa Inggris di Kehidupan Sehari-hari.

           

Manusia sebagai  makhluk sosial tidak akan pernah terlepas dari hubungan interaksi dengan orang lain, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam masyarakat sekitar. Hal demikian telah membuktikan bahwa manusia akan selalu terikat dengan lingkungan sekitarnya seperti anak akan selalu berada dalam lingkungan keluarga, siswa akan selalu berinteraksi dalam lingkungan sekolah, dan sama halnya dengan mahasiswa tidak akan terlepas dengan lingkungan kampus itu sendiri. Melihat hal yang demikian, lingkungan sangat berperan penting dalam mempengaruhi prestasi seorang anak maupun pelajar yang dimana akan mampu memberikan dampak negatif ataupun positif terhadap individu tersendiri. Lingkungan inilah yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi karakter atau sifat seseorang. Lingkungan secara sempit diartikan sebagai alam sekitar diluar diri manusia atau individu sedangkan secara arti luas, lingkungan mencakup segala material dan stimulus di dalam dan diluar individu, baik yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosio kultural. Secara fisiologis, lingkungan meliputi kondisi dan material jasmaniah di dalam tubuh. Secara psikologis, lingkungan mencakup segenap yang diterima oleh individu mulai sejarah sejak dalam kondisi konsensi, kelahiran, sampai kematian.

Lingkungan juga mengambil peranan penting dalam pembelajaran bahasa yang dalam hal ini adalah bahasa Inggris yang dimana penulis menspesifikasikan pada mahasiswa pendidikan bahasa inggris FKIP UNRAM. Peranan lingkungan disini adalah dimana sebagai wadah atau sarana bagi mahasiswa untuk mengekspresikan dan mengaplikasikan penggunaan bahasa inggris yang telah dipelajari dalam bekomunikasi di kehidupan sehari-hari. Lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap motivasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan mereka khususnya kemampuan berbicara yang dimana speaking skill merupakan salah satu kemampuan yang dapat menentukan sejauh mana pengetahuan kita tentang pengaplikasian bahasa Inggris itu sendiri.  Hal ini dikarenakan ketika mempelajari sebuah bahasa, hal yang paling penting dalam pembelajaran bahasa adalah praktek penggunaan bahasa itu sendiri dengan merujuk pada tujuan dari pembelajaran bahasa yakni mampu menggunakan bahasa tersebut menjadi bahasa sehari-hari. Oleh karena itu, factor lingkungan sangat menentukan minat dan motivasi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris dalam meningkatkan kemampuan berbicara mereka.

Efektif atau tidaknya lingkungan akan mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi mereka. Lingkungan yang kondusif yang dimana dalam hal ini lingkungan tersebut mendukung para mahasiswa bahasa Inggris dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi mereka akan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa dalam memacu diri mereka untuk semakin menggunaka bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari mereka. Lingkungan disini dapat kita bagi menjadi 3 yakni lingkungan kelas, lingkungan kampus, dan lingkungan keluarga. Jika ketiga lingkunagan tersebut bersinergi denagan baik dalam mendukung mahasiswa mengekspresikan diri menggunakan  bahasa Inggris, maka bahasa Inggris bukan lagi menjadi bahasa asing bagi mereka, melainkan akan mampu menjadi bahasa kedua dari bahasa ibu mereka.

Makna dari efektif disini adalah lingkungan bukan sebuah penghalang untuk mahasiswa bahasa Inggris dalam aplikasi bahasa itu senidiri. Misalkan dalam lingkungan kelas, ketika semua mahasiswa bahasa Inggris telah membuat persetujuan dengan teman-teman kelas untuk selalu menggunakan bahasa Inggris ketika sedang berada dalam kelas dan diluar kelas, maka lingkungan kelas tersebut telah menjadi salah satu sumber pendorong atau motivasi bagi para mahasiswa untuk selalu menerapkan penggunaan bahasa Inggris tersebut. Semua ini dikarenakan oleh lingkunagan kelas kondusif dimana semuanya saling mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mereka dan itu akan menjadi pembiasaan yang bagus buat mereka. Sehingga, mereka akan semakin fasih dalam pelafalan kata demi kata dalam bahasa Inggris karena talah menjadi sebuah kebiasaan bagi mereka. Begitu pula dengang lingkungan kampus dan keluarga, kedua lingkungan tersebut harus memberikan respon positif ketika mahasiswa pendidikan bahasa Inggris regular pagi berkomitmen untuk tetap menggunakan bahasa Inggris ketika berada dalam maupun luar kelas.  Lingkuangan kampus adalah  lingkungan yang berbeda dengan lingkungan kelas, yang dimana lingkungan kelas terdiri atas teman sebaya mereka yang mengetahui harapan, keinginan dan tujuan mereka dalam berkomitmen menggunakan bahasa Inggris, dan itu bukan sebuah permasalahan bagi mereka. Namun, suasana lingkungan kampus akan jauh sangat berbeda, karena mereka bukan hanya bersama dengan mahasiswa yang satu program studi melainkan mereka berada dalam lingkup masyarakat yang cukup luas dan beragam yang dimana dari berbagai program studi yang berbeda. Jadi, kefektifan dari lingkungan kampus juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kemajuan  speaking skill  mereka. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa lingkungan sangat berperan penting dalam meningkatkan motvasi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris dalam mempraktek penggunaan bahasa Inggris ke kehidupan sehari-hari.

Beradasarkan dari data yang telah dikumpulkan melalui pengisian angket motivasi terhadap mahasiswa pendidikan bahasa Inggris regular pagi sejumlah 40 orang, persentase yang dapat disimpulkan bahwa 14,5% mahasiswa bahasa Inggris yang mempunyai motivasi yang tinggi dalam menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari baik di lingkungan kelas, kampus, maupun keluarga. Sedangkan 26% mahasiswa bahasa Inggris yang lumayan sering berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Kemudian 53%  sejumlah mahasiswa bahasa Inggris yang kadang-kadang semangat berbicara dalam bahasa Inggris, baik di dalam maupun luar kelas. Terakhir, 6,5% yang sama sekali tidak pernah menggunakan bahasa Inggris baik di kelas, rumah, maupun di kampus. Jadi, dari data tersebut dapat kita katakana bahwa motivasi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris masih rendah dalam menerapkan dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa  komunikasi mereka dalam kehidupan sehari-hari sehingga diperlukan lingkungan yang kondusif sebagai factor pendorong mahasiswa untuk meningkatkan motivasi mereka dalam berkeinginan untuk selalu berbicara bahasa Inggris dimanapun dan kapanpun.

4.2 Permasalahan – Permasalahan yang Dihadapi Mahasiswa Bahasa Inggris Regular Pagi dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara

         Melihat 14,5% mahasiswa pendidikan bahasa Inggris yang mempunyai motivasi yang tinggi dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris, maka berdasarkan dari hasil data angket dan wawancara dapat diuraikan bahwa penyebab atau permasalahan-permasalahan yang menyebabkan mahasiswa pendidikan bahasa Inggris lemah dalam kemampuan berbicara antara lain :

  1. Lingkungan kelas yang tidak mendukung

Hal yang dimaksudkan disini adalah tidak adanya kekompakan dalam mendukung satu sama lain untuk sama-sama berbicara bahasa Inggris ketika berada di dalam kelas. Teman-teman kelas mereka cenderung menolak ketika salah seorang dari mereka mengajak untuk berbicara dalam bahas Inggris ketika berkomunikasi. Sehingga, dengan tidak mendukungnya lingkungan kelas atau dalam hal ini teman kelas, maka itu akan dapat menghilangkan semangat mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara mereka dan mau tidak mau dia akan mengikuti teman-temannya untuk tidak berbicara menggunakan bahasa Inggris ketika bersama mereka.

  1. Lingkungan kampus yang tidak kondusif

Lingkungan kampus juga merupakan sebuah tantangan bagi para mahasiswa bahasa Inggris ketika mereka berkomitmen untuk menggunakan bahasa Inggris menjadi bahasa komunikasi mereka. Contohnya, ketika salah seorang mahasiswa bahasa Inggris bertemu dengan teman kelas atau mahasiswa bahasa Inggris kelas lain di daerah kampus, mereka terkadang takut menggunakan bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan mereka berfikir bahwa mereka akan digunjingkan oleh mahasiswa lain yang non bahasa Inggris. Mereka takut dikatakan anak yang sok, sombong, pamer kalau mereka bisa bahasa Inggris. Semua ini dapat mematikan semangat mereka dalam meningkatkan kemampuan berbicara.

  1. Lingkungan keluarga

Kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga disebabkan karena ketidak tahuan keluarga sendiri akan bahasa Inggris juga merupakan sebuah permasalahan mahasiswa. Mereka tidak mampu mengekspresikan diri menggunakan bahasa Inggris ketika berada di lingkungan keluarga, karena tidak aka nada yang mengerti apa yang mereka maksudkan. Akhirnya, mereka hanya berbicara menggunakan bahasa Inggris ketika belajar bahasa Inggris di kelas saja.

  1. Rasa takut dan malu

Takut akan kesalahan grammar dan malu jikalau ditertawakan orang ketika berbicara bahasa Inggris adalah merupakan salah satu penghalang terbesar juga bagi mahasiwa. mereka lebih memilih diam dibanding berbicara bahasa inggris disebabkan oleh ketakutan akan kesalahn grammar dan hal ini membuat mereka demotivated  untuk menggunakan bahasa Inggris.

Dengan adanya permasalahan ini semua, kefektifitan dari lingkungan sangat diperlukan dalam hal ini, karena ini merupakan salah satu cara untuk mampu meningkatkan motivasi mahasiswa sehingga, para mahasiswa pendidikan bahasa Inggris tidak takut dan malu lagi menggunakan bahasa inggris dalam berkomunikas sehari-hari.

BAB V
PENUTUP

 

5.1 Simpulan

Kefektifan sebuah lingkungan sangat mempengaruhi motivasi para mahasiswa pendidikan bahasa Inggris dalam meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan, pembelajaran bahasa tidak hanya membutuhkan sebuah teori saja, melainkan hal yang terpenting adalah mereka mampu mempraktekkan dan menngunakannnya dalam kehidupan sehari, sehingga tujuan dari pembelajaran bahasa Inggris itu sendiri dapat tercapai dengan baik. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut yakni dengan menjadikan bahasa Inggris adalah bahasa sehari-hari yang akan selalu digunakan dalam berinteraksi dengan orang lain.  Membuat penggunaan bahasa Inggris menjadi pembiasaan bagi mereka harus diiringi dengan usaha dalam menghilangkan rasa takut dan malu dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris, yang ada dosen, keluarga, ataupun teman yang berperan dalam hal ini harus memberikan motivasi kepada mereka sehingga akan tumbuhnkeberanian dalam diri mereka untuk selalu menggunakan bahasa Inggris dalam berbicara. Kemudian, menghilangkan persepsi mereka akan grammar ketika mereka menggunakan bahasa Inggris, dalam hal ini lingkungan harus mendukung setiap progress dan membiarkan mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris tanpa harus menyalahkan ataupun menertawakan mereka ketika terdapat kelasahan dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, kefektifan lingkungan akan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa pendidikan bahasa Inggris untuk semakin semangat dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris dan mampu menjadi bahasa Inggris sebagai basaha kedua mereka.

5.2  Kritik dan Saran

        Diharapkan semua pihak yang terlibat dalam hal ini, dosen, mahasiswa bahasa Inggris, keluarga mampu memahami peranan dari lingkungan itu sendiri dalam meningkatkan motivasi mahasiswa menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi mereka. Semua pihak mampu menyadari betapa efektifnya lingkungan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, sehingga para dosen mampu menjadi motivator bagi para mahasiswa dan mampu memilih tehnikal pengajaran yang baik untuk menciptakan English Zone bagi para mahasiswa dalam meningkatkan kemapuan speaking skill mereka.