Hari itu, ku menatap langit yang begitu cerahnya. Senyuman matahari yang menghangatkan badan setiap insan.  Pada hari itu ,ku menjalani aktiftas seperti biasa kuliah dan kuliah, bahkan hari itu adalah hari yang sangat melelahkan, karena ku akan kuliah sampai malam . .

hmm…

Kuliahku berjalan lancar, dimana hari itu merupakan giiliran ku persentasi, dan alhamdulillah ku bsa persentsi dengan baik dan sedikit lancar menjawab pertanyaan dari dosenku. Perasaan yang ku rasakan saat itu bak pancaran sinar matahari . . .

Cerah . .ceria . .

Semua aktifitas ku berjalan sesuai dengan harapan, akan tetapi semua tu tak berlangsung lama. Ku pulang kuliah jam 6 dan sempat sich sebelum pulang ku ditraktir makan mie ayam sama temen kelas. . tapi saat tu ku tak ada selera makan, ku tak menyentuh mie ayam yang sudah dipesan, ku hanya minum es, kebetulan lagi haus. Setelah itu, ku pulang, setibanya di kos badan yang terasa begitu lelah, kepala yang begitu pusing, dan badan yang terasa sangat panas. .lengkap sudah hari itu..  ku baru saja duduk, mungkan hanya 10 menit. Kebetulan di kos ada es, lumayanlah buat ku segar ilag. . tapi terdengar suara seorang mengatakan sesuatu, sesuatu yang mungkin akan sulit ku percaya . .  Hatiku yang tadinya cerah seperti mentari pagi, tiba-tiba di selimuti oleh awan yang begitu gelap seperti menandakan akan jatuhnya hujan deras . . Ku berusaha berlaku seperti biasanya. padahal dalam diriku sudah berkecamuk, merasa tak karuan seperti deburan ombak yang bersahutan . . Ku berusaha menenangkan diri semampuku. . Ketika kesendirian menyelimutiku dimana ku yang masih terjaga di tengah malam. . . Tetes demi tetes butiran air mataku mengalir . . Hati dan dadaku terasa sesak . . Ingin sekali ku teriak melepas semua kegundahan ini . . Ku bangun mengambil air wudhu tuk sholat qiamul lail . . Air mataku tak henti-hentinya menetes di setiap sujudku . . Ku mengeluh kepada yang di atas . . Ku tumpahkan semua keluh kesah isi hatiku kepada- NYA . . Setelah peristiwa itu . . Hari~hari terasa begitu gelap. Serasa mendung itu masih menyelimutiku . . Ku merindukan senyuman itu, Senyuman yang akan merubah mendung itu menjadi cerah seperti sedia kala . . Tak akan ada awan yang gelap lagi, tapi yang ada pancaran sinar matahari yang begitu indah . . .