BAB 1 PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

 

Di zaman modern sekarang ini kehidupan itu begitu sulit. Setiap orang membutuhkan yang namanya pekerjaan. Dimana kita mengetahui bahwa pekerjaan adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia yakni sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk bertahan hidup. faktanya, kita semua tentu mengetahui bahwa banyak sekali ragam pekerjaan sekarang ini, tetapi  kenyataannya banyak sekali orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Semua ini dikarenakan banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap penduduk di dalam mencari pekerjaan, terlebih lagi persyartannya itu begitu menyulitkan penduduk. Salah satu persyaratan yang paling mempersulit masyarakat biasanya adalah minimal lulusan Strata satu (S1). Syarat ini begitu tinggi di mata masyarakat, karena seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali masyrakat yang tidak mengenyam pendidikan, terlebih sampai perguruan tinggi. Lulusan SMA pun terbilang sangat sedikit. Hal inilah salah satu factor yang menyebabkan banyaknya masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan yang kitakan layak. Sehingga, banyak masyarakat menjadi seorang wirausaha yakni menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Istilah wirausaha diperkenalkan oleh Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya pada tahun 1975 dengan menjabarkan dalam istilah aslinya yaitu entrepreneur, dalam arti mereka yang memulai usaha baru., menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan. Kata Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis. J. B. Say menggambarkan pengusaha sebagai orang yang mampu memindahkan sumber-sumber ekonomi dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas tinggi karena mampu menghasilkan produk yang lebih banyak.[1] Terlebih sekarang ini banyak orang tertarik untuk menjadi wirausaha, hal ini dikarenakan banyaknya orang berhasil di dalamnya, akan tetapi tidak sedikit juga yang kandas di tengah jalan.  Jalan inilah yang diambil oleh Baiq Aini yang sehari-harinya dikenal dengan Buk Aini yakni seorang ibu rumah tangga yang tinggal di jalan Banda Ampenan utara.

Buk Aini adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan. Buk Aini hanya lulusan SMKN 1 Mataram. Kehidupan sehari-harinya di biayai dari penghasilan suaminya yang bekerja sebagai pegawai swasta. Ketika awal pernikahan, kehidupan Buk Aini cukup layak, penghasilan sang suami mampu memnuhi kebutuhan mereka sehari-hari bahkan lebih dari cukup. Akan tetapi, waktu terus berjalan dan anggota keluarga bertambah sementara penghasilan suami tetap tak meningkat. Terlebih lagi kondisi sang suami tak seperti biasa yakni sakit-sakitan. Hal inilah yang menyebabkan Buk Aini berfikir bagaiman cara untuk membantu suaminya menopang kehidupan sehari-hari. Buk Aini sadar bahwa anak-anaknya semakin besar dan membutuhkan biaya untuk sekolah

Dia berkeinginan untuk bekerja supaya dapat membatu suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Setelah bermusyawarah dengan suaminya Buk Aini memutuskan untuk membuat usaha yakni membuat jajanan pasar yang akan di jual di pasar. Kebetulan rumah Buk Aini dekat dengan pasar Ampenan. Buk Aini mulai membuat usaha jajanan pasar itu sejak tahun 1995 dengan modal awal 50.000. dengan modal itu buk Aini mulai merintis usaha dan pergi berjualan di pasar. Beliau berjualan dari jam 06.00 pagi samapai siang hari.

Adapun alasan kenapa Buk Aini memutuskan untuk berdagang adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menambah penghasilan

Keadaan ekonomi yang tidak mendukung yang dikarenakan penghasilan sang suami tak cukup mampu lagi dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Sedangkan di lain sisi setiap harinya mereka membutuhkan uang untuk kehidupan sehari-hari dan biaya anaknya yang masih berada di bangku sekolah. Di tambah lagi kondisi sang suami yang sakit-sakitan.

  1. Mempunyai peluang dagang yang bagus

Pada saat itu jajanan pasar sangat banyak diminati oleh masyarakat. Terlebih rumah Buk Aini dekat dengan pasar, hal ini sedikit memudahkan usaha Buk Aini. Selain itu, pada saat itu juga hanya Buk Aini yang membuat jajanan pasar di desanya, jadi peluang yang bagus untuk Buk Aini, karena Buk Aini tidak hanya duduk berdagang di Pasar, tetapi juga memasukkan ke toko-toko yang ada di desanya. Meskipun dia tidak memiliki kemampuan dalam berwirausaha, hanya lulusan SMK. Akan tetapi ilmu yang di dapat di SMK sangat membatu beliau dalam wirausaha ini. Selain itu, Buk Aini memiliki keyakinan yang kuat, dia tidak ragu sedikitpun.karena ini adalah peroses belajar.

B.     STRATEGI PENGOLAHAN

Strategi pengolahan disini bisa kita sebut sebagai strategi usaha. Strategi usaha yang di lakukan oleh Buk Aini dalam menjalankan usahanya  adalah :

  1. Melihat kebutuhan pelanggan dan masyarakat lainnya (keinginan pembeli)

Dalam menjual jajanan pasar Buk Aini melihat keinginan dan kebutuhan pembeli. Seperti melihat jajan yang mana pembeli lebih tertarek. Biasanya Buk Aini lebih banyak membuat molen  dan donat, karena pada saat itu para pembeli lebih seneng jajan itu, tetapi seiring berjalannya waktu buk Aini memarisikan jualannya, dengan membuat pastel, kue pisang, putu ayu, dan sebagainya. Dia menerapkan sistem itu agar para pembeli dan pelanggannya tidak bosan. Selain itu, buk Aini biasanya menerapkan sistem pesanan kepada para pelanggannya yang biasa disebut grosir. Buk Aini menargetkan jajan laku terjual 50% setiap jajan dari grosir.

  1. Pengemasan jajan

Buk Aini menerapkan sistem pengemasan jajan yakni jajannan pasar dibungkus dengan plastic. Selain untuk kehigenisan jajan juga untuk memperjelas harga penjualan juga. Jajan di bungkus dengan plastic es satu kiloan. Dimana satu plastic berisi lima jajan, adanya jajan yang satu jenis ada juga jajan yang bermacam-macam. Satu bungkus pelastik di beri harga Rp. 2000 . Pengemasan jajan ini untuk jajan yang akan di jual di pasar, sedangkan jajan yang dimasukkan ke toko-toko hanya dengan toples plastic.

  1. Melihat perkembangan zaman

Buk Aini adalah seorang wirausaha yang dinamis. Dia selalu melihat perkembangan zaman. Dia mengemas dan memvariasikan jualannya sesuai perkembangan zaman. Seperti pada awal memulai usaha, mengemas jajan dengan daun pisang, kemudian dengan plastic dan sekarang zaman semakin modern dengan menggunakn kotak. Begitu pula dengan jajan yang dijualnya semakin bervariasi dan kreatif. Sehingga para pelanggan tidakkan akan bosan.

 

  1. Tidak berfokus pada keuntungan

Buk Aini selalu berkomunikasi dengan para pelanggan dan pembelinya. Dia selalu bersikap ramah dengan menannyakan bagaiaman pendapat mereka tentang jajan yang dijualnya. Dia juga meminta saran kepada para pelanggan dan pembelinya jajan apa yang harus dijual. Buk Aini selalu menampung segala aspirasi dari para pembelinya, dan jajan – jajan yang di pesan oleh pembelinyalah yang terlebih dulu diutamakan. Meskipun keuntungan yang ditawarkan tidak terlalu banyak, tetapi satu prinsif yang ditanamkan dalam dirinyya oleh buk Aini yakni tidak rugi, asalkan modal kembali.

Harga yang ditawarkan rata-rata murah sesuai harga pasar, dan biasanya buk Aini mengambil keuntungan 15%.

 

  1. STRATEGI PEMASARAN

Salah satu hal yang paling utama atau pokok dalam berwirausaha adalah strategi pemasaran. Hal ini dikarenakan, strategi pemasaran sangat berperan penting dalam melakukan penjualan barang. Hal ini juga yang menjadi salah satu penentu bagaimana usaha itu akan berhasil. Jika pemasarannya bagus, secara otomatis barang akan terjual banyak. Strategi pemasaran yang baik akan menghasilkan penjulan yang baik.  Dalam pemasaran, diperlukan kejelian dalam melihat pasar, inilah yang selalu diterapkan oleh Buk Aini yakni melihat harga-harga yang diterapkan oleh teman atau sesama penjual jajanan pasar untuk menetapkan harga jajannya yang akan Dia tawarkan.

 

  1. Menerima Pesanan

Awalnya Buk Aini hanya menerima pesanan dari masyarakat di desanya, akan tetapi lama kelamaan Buk Aini juga menerima pesanan dari para pembeli dan pelanggannya di pasar. Dia juga selalu melakukan pendekatan personal dengan para pelanggannya. Dalam pemesanan jajan Buk Aini biasanya memberikan diskon kepada pelanggannya yang memesan jajan dalam jumlah banyak. Kini buk Aini tidak hanya berjualan di pasar tetapi juga menerima pesanan di rumahnya.

  1. Membuat jajan dalam jumlah banyak pada hari-hari tertentu

Pada hari-hari tertentu buk Aini memproduksi barang dalam jumlah banyak. Seperti ketika ada moment-moment seperti mendekati hari raya idul fitri, atau pada bulan puasa. Karena biasanya pada bulan puasa banyak para pembeli mencari jajanan pasar yang akan digunakan untuk berbuka puasa. Dan biasanya juga jumlah jajan yang di titpkan di toko-toko jumlahnya lebih banyakl dari pada hari-hari biasa.

  1. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

Dalam setiap usaha pasti tidak akan selalu berjalan mulus. Akan selalu ada rintangan atau permasalahan yang akan menjadi kerikil-kerikil dalam menjalankan usaha itu. Hambatan dan rintangan pasti kan selalu ada dalam melakukan hal apapun termasuk dalam berwirausaha termasuk kelebihan dan kekurangan juga kan selalu ada. Semua ini adalah hal yang lumrah dalam berwirausaha, tetapi yang terpenting bagaiman kita menyikapi dan meminimalisir permasalahan yang ada. Kekurangan yang ada adalah sesuatu yang harus kita minimalisir seseuai dengan kemampuan kita, bagaimana kita berbenah diri dengan kekurangan yang ada. Sedangkan dengan adanya hambatan dan tantangan  itu berfungsi untuk menguji sejauh mana kesabaran dan usaha kita dalam menjalani usaha ini. Bagaiman keuletan kita dalam berwirausaha di lihat dari bagaiamana kita mampu mengatasi hambatan dan tantangan ini. Sehingga masalah yang timbul menjadikan kita dewasa dalam berfikir dan bertindak.

 

Sebagai manusia biasa Buk Aini pun tidak lepas dari permasalahan ini. Dia mengaku bahwa kesulitan itu datang setiap saat tampa bisa di cegah, kita hanya bisa menghindar atau menyelesaikan masalah tersebut. Adapun beberapa masalah yang di hadapi selama menjalankan usahanya sebagai berikut

  1. Kenaikan harga

Seiring dengan berjalan waktu harga barang cenderung meningkat. Hal inilah yang menjadi permasalahan buk Aini dalam menjalankan usahanya. Kenaikan harga barang menjadi hambatan dalam pengembangan usaha jajanan pasarnnya. Jika harga barang lenih murah, maka keuntungan yang di dapatkan cukup besar. Tetapi sebaliknya, jika harga barang naik, ini adalah sebuah tantangan untuk buk Aini, karena biasanya modal yang dibutuhkan cukup besar dan keuntungan yang didapatkan cenderung sedikit. Akibat dari itu, pemasaran yang tadinya lancar dan dapat memproduksi jajan dalam jumlah banyak, akan cenderung berkurang dan tidak selancar seperti yang kemarin.

  1. Daya saing

Pada awal dibuatnya usaha jajanan pasar, daya saing tak ada masalah bagi Buk Aini. Karena pada saat itu masyarakat masih tertarik mengkonsumsi jajanan pasar. Kita bisa mengatakan bahwa jajanan pasar adalah jajanan tradisional. Akan tetapi waktu terus berputar, semakin banyak saja saingan buk Aini dalam menjual jajanan pasar, baik itu saingan dengan sesama penjual jajanan pasar atau dengan banyaknya jajan-jajan atau kue yang baru, atau bisa kita katakan jajanan kota yakni jajanan yang modern seperti pancakge, humburger, brownis, atau semacamlah. Hal inilah yang harus dipikirkan oleh buk Aini. Buk Aini harus menghadapi persaingan yang ketat ini. Jika tidak bisa mempertahankannya, maka akan tertinggal dengan pengusaha-pengusaha jajan yang lainnya.

  1. jajan tidak terjual habis.

Salah satu permasalahan yang ada yakni terkadang jajan tak terjual habis. Penjualan jajan setiap harinya tak tentu, terkadang habis terkadang juga tersisa. Apalagi jika memproduksi dalam jumlah banyak terkadang pasti ada sisa jajan yang tak terjual. Hal ini tentu menjadi permasalahan bagi Buk Aini, karena akan menyebabkan penghasilan yang berkurang dan banyak jajan yang tersisa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMECAHAN MASALAH

  1. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
    1. Kenaikan Harga

Harga suatu barang  yang berubah-ubah menyebabkan kita harus jeli dalam melihat harga pasar. Hal inilah yang dilakukan oleh Buk Aini yakni dari jauh-jauh hari sebelum harga  barang naik, buk Aini terlebih dahulu membeli bahan-bahan dalam jumlah banyak yang bisa disimpan, seperti tepung terigu, minyak goreng dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir biaya dalam pembelian bahan. Selain itu, dengan kenaikan harga, Buk Aini mengurangi produksi jajan, yang biasanya misalnya 10 kg menjadi 5 kg. pengurangan ini di lakukan untuk mengefektiftaskan hasil, selain itu biasanya jajan yang paling banyak diminatilah yang lebih banyak di produksi. Buk Aini juga tetap menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan para pembeli dan agen-agen di pasar dalam masalah harga.

  1. Daya Saing

Daya saing adalah sesuatu yang wajib ada dalam berwirausaha. Persaingan akan menyebabkan kita sebagai wirausaha untuk berfikir dan memunculkan ide-ide kreatif dalam memajukan usaha kita. Dengan adanya persaingan tidak menutup kemungkinan orang akan dengan mudahnya mengalami kegagalan dan kerugian dalam berwirausaha ketika tidak bisa bersaing baik produk, harga dan pelayanan.

Cara yang diterapkan oleh Buk Aini dalam menjaga keseimbangan dalam persaingan penjualan yakni dengan cara menjual jajan yang para pesaingnya tidak jual. Hal ini adalah trik tersendiri bagi Buk Aini sehingga tetap bisa memnuhi keinginan para pelanggannya. Selain itu, buk Aini juga melihat keinginan kebanyakan pembeli dan berusaha memunculkan ide-ide kreatif dalam membuat jajan. Seperti membuat ote-ote udang, dimana belum ada yang pernah membuat ote-ote yang berisi udang. Jadi ini merupakan keuntungan tersendiri bagi buk Aini dalam menjalankan wirausahanya.

  1. Jajan tidak terjual habis

Jajan yang tidak terjual habis merupakan sebuah permasalahan bagi buk Aini. Akan tetapi, buk Aini mensiasati permasalahan ini dengan cara menjual jajan itu sesuai harga pokok, tanpa mendapatkan persen lebih. Dia sangat menyadari bahwa tidak selamanya semua jajannya akan laris terjual, jadi buk Aini sudah memperhitungkan seandainya jajan tidak terjual habis.

  1. STRATEGI PENGEMBANGAN
    1. Penambahan jenis jajan dan memvariasikannya

Penambahan jenis jajan dilakukan oleh buk Aini setiap mendapatkan pemasukan lebih. Dari pemasukan yang lebih disisipkan untuk membuat jajan yang tidak seperti biasanya. Dengan memvariasikan jajan-jajan yang sebelumnya, seperti membuat tampilan dan rasa yang berbeda, sehingga masyarakat tidak akan bosan dengan jajan-jajan itu saja. Yang menjadi kriteria utama dalam penambahan jenis jajan yaitu jajan baru dan jajan yang persentase penjualnnya sangat tinggi. Pengurangan jenis jajan pun akan di lakukan ketika persentase penjualan jajan tersebut sangat rendah dari rata-rata yang telah di tentukan.

  1. Membangun link dengan beberapa toko

 

Dalam kelancaran menjalankan wirausahanya, Buk Aini membangun link dengan beberapa toko, bukan hanya yang ada di desanya tetapi sudah bisa keluar desa. Jadi jangkauan penjualannya sudah cukup luas. Selain itu, bukan hanya membangun link untuk penjualan jajan, akan tetapi juga membangun link dengan toko yang menyediakan bahan-bahan untuk membuat jajan. Hal ini ditujukan agar bisa mendapat diskon dalam pembelian bahan-bahannya juga. Sehingga, dengan adanya link ini bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

Sejauh ini, langkah-langkah sederhana inilah yang ditanamkan oleh buk Aini dalam pengembangan usahanya. Langkah-langkah ini bisa dikatakan cukup berhasil, karena usaha buk Aini semakin berkembang dan jangkauan penjulannya juga cukup luas. Hal ini dapat kita lihat dari semakin banyaknya pesanan yang di dapatkan, apalagi ketika pesta demokrasi berlangsung. Dari usaha ini, terbukti buk Aini mampu membeli sepeda motor untuk suami dan anaknya. Selain itu juga , telah mampu membiayai pendidikan sekolah anaknya yang sekarang akan masuk perkuliahan.

 

  1. HAL PENTING YANG DAPAT DI PETIK

Banyak hal yang dapat di petik dari perjalanan  usaha buk Aini, yakni :

  1. Harus jeli melihat kesemapatan yang ada

Perjalanan usaha buk Aini adalah sebuah kejelian beliau melihat kesempatan yang ada. Hal ini bisa kita lihat, buk Aini memulai usaha dikarenakan adanya peluang yang besar untuk menjual jajanan pasar dimana selain dia mempunyai keahlian, dia juga satu-satunya yang membuat jajanan pasar di desanya, terlebih lagi desanya yang dekat dengan pasar. Hal ini sangat memudahkan usaha buk Aini. Dengan tekad dan niat yang kuat buk Aini memulai usaha yang dirintis dengan modal sendiri bersama keluarga tercinta. Semangat dan tekadnya patut untuk kita contoh.

  1. Tetap menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anaknya

Meskipun kegiatan Buk Aini setiap hari sibuk membantu suami mencari nafkah, tetapi buk Aini tak pernah lupa akan kodratnya sebagai istri dan ibu, dimana harus melayani dan memperhatikan keluarganya. Selain berfropesi sebagai seorang wirausaha, buk Aini juga berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga. Sesibuk apapun buk Aini, dia tetap memasak untuk keluarganya, selain itu layaknya ibu yang lain yakni mencuci, mnyetrika baju anak-anak dan suami dan seterusnya. Semua itu dilakukan buk Aini dengan senang hati dan ikhlas. Betapa tangguhnya wanita ini, Ia tak pernah lelah dan mengeluh dengan semua ini, yang ada dia tetap semangat menjalani dua profesinya.

  1. Keuntungan bukanlah segalanya

Usaha yang dijalankan buk Aini bukanlah memikirkan bahwa keuntungan adalah segalanya. Kita tidak memungkiri bahwa setiap berusaha pasti adalah yang paling diharapkan adalah keuntungan, tetapi itu bukanlah segalanya. Hal ini bisa kita lihat, ketika buk Aini mulai merintis usahanya, yang pertama dipikirkan bukanlah menghitung berapa keuntungannya. Melainkan dia memikirkan bagaimana agar jualanya terjual habis dan banyak orang yang berminat. Memang benar keuntungan juga merupakan hal yag penting, tetapi itu nomor dua. Karena yang lebih baek adalah mendapatkan pengahasilan secara terus-menerus yang pendapatannya stabil ketimbang untung di awal tetapi rugi di akhir. Buk Aini tidak mengambil keuntungan yang banyak dari wirausahanya, yang diinginkan keuntungan yang cukup, yakni kembali modal mendapatkan sedikit lebihnya.

  1. Tetap focus pada usaha

Ketika bermunculannya pesaing-pesaing baru lantas tidak membuat buk Aini untuk mundur dari usahanya, tetapi menyiapkan diri untuk persaingan yang sehat. Hidup adalah persaingan karena di dunia kita tidak hidup sendiri. Bagaimana untuk tetap focus dalam mengembangkan usaha dalam persaingan itu lah yang harus di lakukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Wirausaha bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi membutuhkan strategi-startegi jitu. Dalam berwirausaha diperlukan pengembangan usaha, supaya dapat memunculkan ide-ide kreatif dalam menjalankan usahanya tepatnya menciptakan produk-produk baru. Sehingga akan ada variasi yang dimunculkan dalam produk tersebut bukan monoton.

Dalam berwirausaha tidak selamanya akan berjalan mulus, tetapi akan menemukan hambatan dan rintangan yag harus dilewati dan dihadapi. . Bagaimana kita sebagai wirausaha menerapkan strategi dalam pengembangan usaha, tekhnik pemecahan masalah dan bagaimana strategi kita dalam memasarkan produk yang akan kita tawarkan kepada para konsumen  kita. Sehingga konsumen kita akan mendapatkan kepuasan tersendiri.

Dalam berwirausaha bukan hanya memiliki tekan dan keinginan yang kuat. Melainkan harus diiringi dengan usaha yang maksimal yankni harus ulet, tekun, sabar, dan focus pada satu usaha yang sedang dirintis. Jangan berusaha setengah-setengah, apalagi jika ada terdapat keraguan. Selain itu, sebagai wirausaha kita harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada pembeli atau konsumen kita. Kita harus mampu berhubungan baik dengan sesame manusia, terlebih kita tahu bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan membutuhkan orang lain dalam menjalankan hidup ini. Dan yang paling penting adalah senantiasa berdo’a kepada Ilahi meminta pertolongan darinya karena seagala sesuatu bergantung pada-Nya dan mengharapkan Rahmat darinya.

  1. SARAN
    1. Masalah harus dihadapi bukan untuk dihindari

Pada dasarnya dalam dunia wirausaha, para usahawan harus berani tampil dan terjun dalam memajukan usahanya sampai menacapai puncak kesuksesan dan intinya banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mencapai kesempurnaan dalam dunia usaha, namun semuanya dapat di capai jika kita bersungguh-sungguh di dalam menjalankannya dengan niat dan tekad yang kuat serta diimbangi usaha yang kuat juga.

Ketika masalah muncul dalam perjalanan wirausaha kita, janganlah kita langsung mati kutu, menyerah tanpa adanya perlawanan. Tetapi sebaleknya, hadapilah masalah itu sesuai dengan kemapuan kita, jangan dihindari, semakin masalah dihindari akan seakin banyak maslah-masalh yang akan mmenghinggapi. Jadi pelajarilah masalah itu, kemudian mencari jalan keluar atau solusi terbaik.

  1. Penyerahan diri kepada Allah

Senantiasa berdo’a. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT. Selalu taat berdoa, yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Dalam bahasa lain, dapat dikemukakan bahwa ”manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan !” dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1]