menjemput momentum di LPDP

Leave a comment

November 4th, 2014 Hari ini saya teringat sebuah janji kepada salah seorang kakak saya bahwa jika saya lulus interview LPDP, saya akan menulis cerita perjalanan saya. Saya akan mencoba menguraikan pengalaman saya meskipun kondisi badan ini lagi tak bersahabat, tapi untuk menulis masih ada tenaga kok. Sebenarnya tak pernah terpikirkan untuk apply beasiswa S2 tahun ini, karena merasa masih belum qualified. Namun saya bersykur berada di lingkaran yang selalu memotivasi untuk terus berprestasi. Saya selalu tersetrum dengan orang2 hebaat yang ada di sekeliling saya hingga akhirnya saya memutuskan bahwa saya harus mengikuti jejak kesuksesan mereka dan melabuhkan diri pada beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Saya mengenal beasiswa LPDP dari kakak2 organisasi saya hingga beliau dengan ikhlasnya menjelaskan saya apa itu beasiswa LPDP, apa beasiswa LPDP afirmasi, bagaimana cara applynya. Beruntungnya saya, beliau tidak pernah bosan dengan segala pertanyaan yang saya ajukan dan bahkan beliau memberikan saya segala macam contoh pemberkasan beasiswa LPDP. Salah seorang teman menyarankan saya masuk grup facebook LPDP agar bisa mengetahui LPDP lebih detail. Sejak saat itu saya rajin membuka grup tersebut dan mulai membaca dan mempelajari beasiswa LPDP dan apa yang akan saya lakukan. Setelah saya mendapatkan semua berkas pendaftaran saya mulai mengisi formulir, itung2 cicil kerjaan. Ternyata beasiswa LPDP afirmasi mensyaratkan dua surat rekomendasi. Saya mulai berfikir kepada siapa saya harus meminta surat rekomendasi, dan akhirnya saya bertanya kepada kakak yang sudah daftar duluan, dan beliau menyarankan untuk minta rekomendasi dari Pak Rektor. Awalnya agak takut dan ndak berani, namun jika dipikir2 apa salahnya. Dan saya pun memberanikan diri untuk meminta rekomendasi ke Pak Rektor, Alhamdulillah saya mendapatkan response yang baik dan Pak Rektor bersedia untuk memberikan rekomendasi kepada saya (syukur Alhamdulillah). Untuk surat rekomendasi yang satunya saya minta dari Ka Prody, Alhamdulillah beliau juga mendukung niatan saya.

Perjuangan awal yang saya hadapi dalam apply beasiswa ini adalah harus bolak balik mataram untuk mengurus berkas. Untuk scan dan print pun saya harus ke mataram, maklum desa saya masih belum terlalu lengkap technology Hehehe . Tiap hari saya nanyak ke kakak2 yang udah daftar, dan beliau selalu memberi masukan. Bahkan beliau selalu ingetin untuk segera selesaikan berkas biar segera dikirim, jangan sampai telat itu pesan yang selalu dikatakan (thanks kak  ) . saya masih ingat saya mengirim berkas tanggal 6 Agustus 2014. Alhamdulillah ternyata saya sudah bisa mengirim berkas saya. Tetapi ternyata itu belum berakhir, hingga sampai seminggu saya belum mendapatkan konfirmasi balik apakah berkas saya sudah diterima apa belum.

Ternyata belum menjadi penerima beasiswa saja saya sudah mendapatkan manfaatnya. Dari LPDP saya bersilaturahim dengan beberapa orang baik yg dari NTB maupun dari luar. Kami berkomunikasi lewat FB, bertanya perkembangan satu sama lain dan faktanya kami di pertemukan di grup LPDP. Tiba saatnya hari itu ada pengumuman bahwa ada pengunduran pengumuman untuk seleksi beasisw afirmasi periode agustus. Setiap peserta yang daftar mendapatkan email dari LPDP dan sayang sekali saya belum beruntung ternyata. Saya tidak mendapatkan konfirmasi email bahkan sms dari LPDP. Akhirnya saya berfikir, mungkin berkas saya tidak sampai makanya ndak dapat konfirmasi. Saya juga berfikir mungkin ini belum rizki saya, mungkin Allah punya rencana yang lain buat saya. Setelah pengumuaman itu saya masih punya semangat, saya mencoba untuk kirim ulang berkas saya. Dalam hati berdoa “Ya Allah jika ini memang rizki saya, berkas saya pasti akan sampai”.

Keesokan harinya saya iseng buka email dan ternyata atas kuasa Allah Alhamdulillah saya mendapatkan konfirmasi dari LPDP padahal pendaftaran sudah melewati batas. Ternyata kesempatan itu masih ada pikir saya. 3 hari berselang pengumumanpun keluar. Hari itu saya ditelpon oleh kak Emi bahwa pengumuman sudah ada, karena kita hanya sebatas kenal dari FB jadi kak Emi tidak tahu nama panjang saya. Dengan legernya saya ngenet dan membuka email untuk lihat pengumuman, ngenetnya lola maklum quota internet sedikit. Pelan saya membuka daftar pengumuman, berusaha mencari nama saya dan Alhamdulillah ternyata saya lulus administrasi dengan kakak2 dan kawan seperjuangan juga. Syukur Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikan saya kesempatan untuk berjuang.

Singkatnya, akhirnya kami lulus menuju tahap interview dan LGD dan kamipun berangkat ke Surabaya. Hari itu putra-putri NTB melancong ke Surbaya demi masa depan. Banyak kejadian2 yang kami lewati disana, but we enjoy that experience. Akhirnya hari yang ditunggu2pun tiba, kami interview di kampus UNAIR C. semuanya di awali dengan pembukaan dan introduction LPDP secara singkat. Sebelumnya LPDP sudah mengirimkan daftar nama untuk interview dan LGD. Tapi saya tak pernah berfikir bahwa saya akan menjadi peserta pertama interview di kelompok saya. Padahal saat itu niatnya selesai pembukaan mau sholat dhuha dulu, tapi ternyata nama sayapun sudah di panggil.

Well LPDP menyiapkan 3 interviewer, 1 diantaranya psikolog dan yang lain adalah 2 Experts. Dengan mengucapkan bismillah saya mulai duduk di kursi panas. Interviewer pertamapun memulai dengan menanyakan kabar, dan menanyakan nama. Pada saat interview saya tidak di minta untuk perkenalan. Beliau langsung menanyakan saya biasa dipanggil siapa. Pertanyaan pertamapun langsung ditujukan “ dari semua organisasi ini yang mana yang paling membanggakan buat kamu” dan itu harus memilih. Kemudia di minta kenapa memilih itu. Selanjutnya di berikan pertanyaan lagi tentang prestasi dan mengapa memlih universitas X dengan menggunakan bahasa Inggris. Adapaun pertanyaan yang saya dapatkan intinya begini :

1. Nama

2. Tentang organisasi yang mebanggakan

3. Prestasi yang sesuai dengan bidang saya

4. Apa keinginan saya dan kenapa memilih universitas ini dalam bahasa Inggris

5. Dipertegas lagi kenapa harus X, kenapa ndak yang lain. Kenapa harus jurusan ini, apa manfaatnya.

6. Kedepannya mau jadi apa, setelah lulus mau ngapain.

7. Apa kontribusi jurusan anda dengan bidang anda,

8. Besok kalau sudah pulang mau mengabdi dimana?

9. Apa target terbesar anda 10 tahun yang akan datang.

10. Mulai pertanyaan psikolog lebih kepada pertanyaan personal tentang keluarga

11. Apa kekurangan anda

12. Apa masalah yang akan anda hadapi kita kuliah di luar, bagaimana dengan keluarga

13. Sudah siap dengan system pendidikan disana? Apa yang akan anda lakukan disana?

14. Apakah anda punya calon? Target menikah kapan?

Dari setiap pertanyaan itu saya di puter2 oleh interviewer hingga akhirnya sesi itu selesai, saya interview kira2 45 menitan lah. Keluar2 dari ruangan semua teman2 yang nunggu di luar nanyak kenapa lama sekali, ruang sebelah sudah dua masuk sedangkan kamu masih di dalam. Saya Cuma bisa senyum, padahal pikiran melayang mengingat2 interview tadi. Saat itu juga saya pasrahkan semuanya pada Allah. Saya langsung berfikir bahwa saya tidak akan lulus, karena begitu banyak pertanyaan yang saya dpatkan dan diputer2 gitu. Saya berusaha menceritakan apa yang saya kerjakan di dalam ke teman2, berbagi apa yang saya sudah lewati.

Kalau dibilang saya galau hari itu, saya akan bilang iya. Tapi saya menasihati diri interview bukan akhir, masih ada LGD nanti sore. Jadinya harus siapkn diri untuk tes berikutnya. Sambil menunggu giliran LGD, saya bergabung dengan teman2 yang sudah interview dan yang lagi nunggu giliran interview itung2 nambah teman. Tapi ternyata cerita2 mereka semakin membuat saya galau, mereka tidak terlalu banyak di Tanya sama interviewer malah katanya pertanyaannya ndak terlalu sulit. Semakin berat saja rasanya kepala ini jadinya, ditambah ndak ada angen makan apa2, Cuma minum aja. Jujur saja hari itu badan saya drop, kepala rasanya udah ndak karuan, dan dunia ini seperti muter2. Tapi berusaha nguatin diri karena hari ini harus sampai magrib.

untuk LGD kelompok saya no 2 dari terakhir. LGD menurut saya sebatas ingin melihat bagaimana cara beragumentasi yang baik dan benar tanpa harus menjatuhkan kawan atau lawan. Jadi kita seperti diskusi biasa yang di awasi dua psikolog. LGD berjalan sanatai jdi kita ndak terlalu under pressure. Yang penting bagaiamana cara bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik sesama anggota dan jangan sampai salah satu anggota kelompok kita tidak berargumentasi, mungkin itu akan menjadi sebuah penilaian.

Finally test pun berakhir sekitar jam 5 an lebih. Pas mau pulang iseng2 lihat buka FB dan lihat pemberitahuan ternyata ada pameran pendidikan yang diadakan IDP Surabaya besok jum’at. Karena kesempatan ini mungkin ndak akan dtang dua kali jadi kami memutuskan untu datang ke acara itu dan menunda kepulangan sampai hari sabtu. Ini mungkin plus nya kami datang ke Surabaya. Menurut saya kami beruntung dan itu semua atas izan Allah. Kami bisa diberikan kesempatan untuk hadir di acara pameran pandidikan yang dimana 15 Universitas di Australia datang dan membuat stands informasi. Jadi kita bebas memilih universitas manapun untuk mencari tahu seperti apa dan apa persyratan untuk masuk disana. Lebihnya lagi, di Pameran Pendidikan ini kami bisa langsung mendaftar ke Universitas2 yang kita mau hanya dengan ijazah dan transkrip nilai, kita pun dapet plusnya ijazah dan transkrip nilai kita langsung di translate ma IDP , Free lagi. . (Syukur yang Selalu  terucap pada batin ini).

Setelah keliling kami memutuskan untuk mendaftar di tiga tempat “Monash University, Adelaide University, dan South Australia University”. Bismillah saja, semoga ada rizki di salah satu universitas itu.

Selang seminggu pengumumanpun keluar, tiba2 dapat sms dari kak Emi “ Dek, Allhamdulillah kita Lulus” . . Rasanya ndk percaya jika mengingat interview saya, namun Rasa syukur ku haturkan kepada Allah atas kepercayaan dan nikmat kesempatan ini”. Alhamdulillah ya Allah. Dan PR kami adalah tinggal mendapat LoA dari Universitas tujuan. Semoga kami diberikan kelancaran dan kemudahan samapai tahap akhir beasiswa ini. Doa dan usaha yang tak akan pernah putus.

For Your Information, bagi yang mau mendaftar beasiswa LPDP, saya sarankan langkah pertama yang harus dilakukan adalah masuk ke grup LPDP dan ubek2 saja grup itu. Karena hamper semua informasi LPDP ada di sana.. beasiswa LPDP banyak macamnya dan yang saya apply adalah beasiswa Afirmasi. yang mau apply beasiswa afirmasi bisa langsung email pihak lpdp untuk meminta berkas yang harus dipenuhi dalam mendaftar. dan segera cicil persyratannya, jangan sampai apply pas deadline. beasiswa LPDP adalah full scholarship, akan tetpi selama dalam tahap seleksi biaya ditanggung peserta. tak apalah berkorban sedikit untuk hal yang lebih besar. selain itu beasiswa lpdp meminta pesertanya mandiri untuk mendapatkan “Letter of Acepptance” dari Universitas yang dituju. jadi kita daftar sendiri ke universitas yang kita mau. adapun tahap seleksi LPDP : seleksi administrasi => Interview dan LGD => SEDANGKAN PK adlah program wajib yang harus diikuti. .

Semoga bermanfaat. . . (curahan_hati) 

Advertisements

An Examination on the Problems Existing in the Teaching and Learning of Oral English

Leave a comment

An Examination on the Problems Existing in the Teaching and Learning of Oral English

Bygate in Yu Wang

Shenzen University 2006

reviewed by : Sri Hastuti N.A.S (Mataram University)

At the beginning of that article discusses about the problems in the teaching and learning of oral language. In teaching English as a Second Language or English as a Foreign Language (ESL/EFL) the learners are more interested in learning oral language than writing, listening or reading. However, all four skills are equally importance in studying about language competence.  Therefore, classroom activities that develop the ability to communicate through speech are an important component of an English language course for most learners. In this article, it focuses on the oral language by studying the fluency and accuracy in the speech or discourse. As we know that the discourse or speech is one of competency in ESL/EFL which must be got by the learners.

Based on this article, oral English is one main goal in teaching and learning ESL/EFL. As we know that we learn a language for using it in communication. Oral communication reflects the persistent and powerful role of language and communication in human society. However, in teaching and learning ESL/EFL which the purpose is oral communication must think that how to teach and learn so that the learners are able to use a language to communicate with the other. At its most basic level, oral communication is the spoken interaction between two ormore people. The interaction is far more complex than it seems. Oral communication is composed of multiple elements which, when taken as a whole, result in the success or failure of the interaction. Not everyone is an effective communicator. As the result, the teacher should think that how the way the learners are able to communicate by using that language. More

English Syntax ” Applicative, Causativization and Passivization”

Leave a comment

Assignment of Final Test

QUESTIONS:

  1. What are the main differences between Basic Construction and Applicativeness?
  2. What are the similarities between Unaccusative and Causativization?
  3. What are the major differences between Canonical Passive and Inverted Passive?

ANSWER :

  1. 1.    The main differences between Basic Construction and Applicativeness

Basic construction here explains about intransitive construction (one-place verb), transitive construction (two-place verb) , and ditransitive construction (thee-place verb) in which the clause can bear one or two arguments based on the basic construction by using permutation test. While applicativeness refers to process of valency mechanism to add an argument of a verb (Spencer in Hanafi (2003)). The verb of applicativeness is marked with affixes.

The difference between basic construction and applicativeness  lies on the  construction or alternation. Basic construction, the derivation occurs without dropping out any kind of words, either it is in intransitive construction, transitive construction, or ditransitive contruction. While in Applicativeness, that is about the mechanism of valency changes and the applicative as well. It means that the applicativeness occurs by adding an argument of verb which is marked by affixes.

We can see the differences between basic construction and applicativeness as the examples below

  1. a.    Basic Construction
  • Ø One-Place verb (Intransitive construction)
  1. Saya sedang bosan

“ I am bored”

  1. Sedang bosan saya
  2. *saya bosan sedang
  3. *bosan saya sedang

The example above has one argument, because the derivation only has one acceptable allternation. Then, for the no (3,4) considers as the ill-formed, because the forms are unstructure or ungrammatical. In hence, it only has one acceptable alternation.

While for NP Mr. Ahmad is S and  NP Math is not an Object, but it is an complement such as the following example :

  1. Mr. Ahmad teaches Math in my class.
  2. Math, Mr. Ahmad teaches in my class,
  3. In my class, Mr. Ahmad teaches Math
  4. Mr. Ahmad, in my class teaches Math

The example above shows that there are some argument based on the basic construction, and all of them are acceptable alternations. The derivations above use permutation to test the acceptable argument that can be born by the basic construction without dropping out or adding any kind of words on the allternation. At the example no (5) whose complement becomes a topic of the clause and for no (6) the derivation  is derived by moving up the position of adverb becomes the topic of the clause. Most of them are not the ill fomred, hence these can be grammatical form. More

ESP – ENGLISH FOR SECRETARY

Leave a comment

I. INTRODUCTION

a. The importance of English
English language is one of language which is necessary for human life in this world. We can not deny that almost all of countries use English language to communicate with the other people. English is used in many parts of the world because at least a few people in community know the language. By knowing and being able to use English, it will make our life easier to survive, because we know that almost all of the things in this world always have relevance with English. We will not be able to do such thing, if we are not able to use English. For instance, nowadays almost all kinds of occupation use English as main requirement, so if we cannot use English, we will not find a job in this life. As the result, English is really importance for human life. On the other side, Sometime, between one place and other have different accent when they speak English, it is not a problem as long as it understandable. However, the important thing that we can communicate with the other by using English though that we cannot pay attention more in structure or grammar. If we meet with foreigner, it will be better for us to use English because we cannot speak their native language especially for those who English is a foreign in their country. English connects us with foreigner since it is world language and most people learn it.
Some reasons why English is important for us:

Firstly, we know that English is an international language, it can be seen that by using English, it makes the communication easier when the different countries meet each other without knowing what their native languages. Education has increased the role of English. We can see that in Indonesia education has introduced English language it self, the government has include English as a subject in each education grade. Besides that, we can see there are so many courses in each area till the urban area. By looking it, English is important in our life. When the people who go to another country for studying, they must have English as their medium of study. This is because they will not be able to learn countries and also between political leaders of various countries. If a political leader like president visits a country which English is not their native language, he or she often uses English to great each other because both of them have different language When we make trip to another country, the language may different with ours, and we do not understand the language which is being used in that country, in this circumstance English is the solution when we want to communicate with the society. While someone wants to improve his or her business and make link with foreigner, they often post their commercial in the internet and all the instructions use English, if she or he does not understand the instruction it is difficult for them to post their commercial. In spite of the growth of internet in various languages, English is the mainstay of the internet users. This is the language in most of the information and websites are available. It is very difficult to translate each relevant web page into language of various countries. With internet becoming very important in E-commerce and also in education, English is bound to grow. Thus the importance of English is emphasized.  More

Psikolinguistik dan Kajiannya

Leave a comment

 

PSIKOLINGUISTIK DAN KAJIANNYA

 

  1. 1.    Pengertian Psikolinguistik

 

Psikolinguistik merupakan sebuah kajian baru yang dimana muncul pertama kali pada tahun 1954 dan merupakan gagasan dari George Miller dan Charles Osgood yang di jabarkan oleh Sundusiah dalam artikelnya “Sejarah Perkembangan Psikolinguitsik”. Psikolinguistik adalah gabungan dari dua bidang ilmu yakni Psikologi dan Linguistik seperti yang di paparkan oleh Carroll pada tahun 1953. Carroll menyatakan bahwa Psikologi adalah sebuah bidang ilmu yang berfokus pada jiwa, pikiran, atau emosional manusia, sedangkan Linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa manusia. Muncullnya sebuah ketertarikan untuk melihat hubungan antara jiwa, emosional, pikiran manusia dengan mempelajari bahasa menyebabkan terbentuknya disiplin ilmu baru yang sekarang disebut Psikolinguistik. Adapun objek dari bidang ilmu ini adalah peroses mempelajari bahasa yang dapat tercermin dari gejala jiwa manusia. Definisi lain juga terlihat dari John Field yang menyatakan bahwa Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana pikiran manusia dalam mempelajari atau menggunakan dan memperoleh bahasa. Ini lebih mengacu pada bagaimana proses itu terjadi, bagaimana penyimpanan, penggunaan dan pemerolehan bahasa yang semuanya sangat berhubungan erat dengan aktivitas otak dan pikiran manusia.

Lado (dalam Hakim (2012) mendefinisikan Psikolinguistik adalah gabungan dua pendekatan yakni melalui pendekatan Linguistik dan pendekatan Psikologi bagi telaah atau studi pengetahuan bahasa, penggunaan bahasa, dan hal-hal yang berkaitan dengan itu yang sulit untuk dicapai melalui salah satu bidang ilmu tersebut secara terpisah. Melihat dari definisi tersebut, kajian dari disiplin ilmu Psikolinguitik tidak dapat dipisahkan, dikarenakan masing-masing bidang ilmu saling mendukung satu sama lain. Selain itu, melihat dari penjabaran  Handke (2012) bidang ilmu Linguistik dalam Psikolinguistik mempunyai kontribusi yang sangat besar, Linguistik adalah kajian ilmu tentang bahasa yang mempunyai cabang ilmu tentang pengetahuan akan bahasa seperti; Phonologi, Morphologi, Semantik dan Pragmatik. Semua cabang ilmu Linguistik mempunyai kontribusi masing-masing dalam kajian ilmu Psikolinguistik. Misalkan, kita dapat melihat bagaimana seorang anak kecil yang masih bayi mampu memproduksi suara atau bunyi, bagaimanakah proses mereka mengerti akan sebuah bunyi atau suara? Hal tersebut adalah salah satu pembahasan dalam Psikolinguitik. Kajian ilmu Psikolinguistik mampu menjabarkan proses apakah yang dialami oleh manusia dalam memperoleh atau menggunakan bahasa di kehidupan ini. More

Syntax – ” Clause, Direct Object and Indrect Object”

Leave a comment

According to Cambridge dictionary which states that clause is a group of words, consisting of a subject and a finite form of a verb (the form that shows the tense and subject of the verb) which might or might not be a sentence.  It means that a clause is a group of words which consist of a subject and a verb which forms a sentence or a part of sentence. Basically, a clause consists of independent clause and dependent clause. Independent clause is a main clause or a  sentence which is able to stand by its own self such as I go to school. That example shows an independent clause which consists of subject, verb and adverb of place that can be used in its own.

According to Hanafi (2010) states that there are three clause levels, those are :

  1. a.    Nominal Clause

Nominal clause is a clause which can be function as a Subject or Object.

example :

  1. What the man saw was a big diamond
  2. What you think of is different from me.
  3. What you have done is nothing for your future.

Those examples above are nominal clause as Subject. For number one “ what the man saw is Subject because it precedess the full verb of was  which is same as the example number two and three “what you think of “ and “what you have done” precede the full verb is.

While the example of nominal clause as object, that is:

  1. Can you decide what you want to get?
  2. I will give whatever you want.
  3. I do not comprehend what you think of.
  4. We appreciate what you have done.

The examples above demonstrate the nominal clause as object because what you want to get is followed by the verb decide. It is similar as the next examples which are as object followed by the verbs of give, comprehend and appreciate. Besides that, we can prove them as object by using passive testing. We can change those examples into the passive such as “what you think of is not comprehended by me” or “ what you have done is not appreaciated by us”. If those examples are able to be passive, so we can say that they are nominal clause as object. More

pengaruh lingkungan terhadap kemampuan bahasa Inggris

Leave a comment

BAB I
PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

 

Era globalisasi merupakan sebutan keadaan dunia yang sekarang dimana hari demi hari perubahan terus terjadi baik dalam bidang pengetahuan maupun dalam bidang teknologi. Meskipun kita sebagai warga Negara Indonesia tidak terlalu tersentuh akan kemajuan teknologi yang dimana kita hanya mampu sebagai konsumen yang baik, namun itu tidak menunjukkan kemunduran bagi Negara Indonesia. Kemajuan – kemajuan yang terus terjadi diiringi dengan usaha dunia pendidikan kita dalam meningkatkan mutu dan kualitas pelajar-pelajar Indonesia salah satunya dengan  menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib untuk tingkat SMP dan SMA.

Seperti yang kita lihat bahwa bahasa Inggris telah menjadi bahasa Internasional dimana hampir semua negara telah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Jadi, sebagian besar negara di dunia menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dari bahasa ibu mereka, akan tetapi pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia masih sebagai pembelajaran bahasa asing yang dimana kemampuan dalam penggunaan bahasa Inggris para pelajar masih rendah. Penggunaan bahasa Inggris hanya digunakan ketika mereka sedang mempelajari mata pelajaran bahasa Inggris itu sendiri, tanpa di praktekkan langsung dalam komunikasi sehari-hari seperti negara yang lainnya. Berbagai cara telah diupayakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, akan tetapi hasilnya belum terlalu signifikan, dikarenakan keberanian untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris sangat rendah. Mereka lebih cenderung takut untuk ditertawakan jika salah dalam pengucapan atau penggunaan kata. Kebanyakan, siswa yang mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang baik adalah para siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah yang high quality  dimana baik lingkungan sekolah maupun keluarga sangat mendukung perkembangan mereka dan sebagian besar itu berada di perkotaan. Sedangkan para siswa yang hanya sekolah di pelosok-pelosok yang minim akan sarana dan prasarana dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar menyebabkan pembelajaran cenderung rendah kemampuannya dalam bahasa Inggris, meskipun bahasa Inggris telah di pelajari sejak SMP. Mereka hanya berani menggunakan bahasa Inggris ketika berada di kelas, selebihnya mereka lebih memilih diam ketimbang berkomunikasi dengan bahasa Inggris. More

Older Entries